Lewati ke konten
Durusul Quran

Hidayah Qur'ani untuk membangun manusia dan memakmurkan peradaban

Semua durus Akidah · Al-Baqarah 1-5

البقرة

Kitab Tanpa Keraguan dan Sifat Orang Bertakwa

Surah Al-Baqarah (Sapi Betina) 5 renungan

text
Foto: Muhammad Amaan / Unsplash

Teks ayat

الٓمٓ۝1 ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ۝2 الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ۝3 وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ۝4 أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ۝5

Alif Lam Mim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelummu, serta yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

Tiga huruf yang membuka surah

Alif Lam Mim. Tiga huruf yang berdiri sendiri di awal surah ini mengisyaratkan sesuatu yang menakjubkan. Al-Qur'an tersusun dari huruf yang sama yang dipakai orang Arab dalam keseharian mereka, namun mereka tetap tidak sanggup menandingi satu surah pun darinya. Kita tidak mengetahui makna pasti huruf-huruf ini, dan kita tenang dengan ketidaktahuan itu, sebab bagian dari iman adalah menerima dengan yakin apa yang datang dari Allah meski akal belum menjangkaunya.

Kitab yang tidak menyimpan keraguan

Inilah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya. Setiap tulisan manusia menyimpan kekurangan, sampai penulisnya sering membuka karyanya dengan permohonan maaf atas kemungkinan salah. Al-Qur'an justru membuka dengan tantangan, karena ia kebenaran yang tidak bisa dimasuki kebatilan.

Cahayanya menuntun orang yang bertakwa, mereka yang berhati-hati di tengah duri kehidupan dan tarikan kesenangan dunia. Takwa itulah pintu petunjuk. Siapa yang menjaga dirinya karena Allah akan dibukakan mata batinnya dan diantar memahami kedalaman Kitab ini. Sebaliknya, siapa yang mencari petunjuk sambil meninggalkan Al-Qur'an malah tersesat dari jalannya.

Tiga tanda orang yang bertakwa

Allah menyebut tiga tanda pada mereka yang dituntun Al-Qur'an. Mereka percaya kepada yang gaib, menegakkan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Dia berikan. Ketiganya bekerja di wilayah yang berbeda. Iman kepada yang gaib adalah pekerjaan hati, salat adalah pekerjaan tubuh, dan infak adalah pekerjaan harta. Yang pertama membersihkan jiwa, yang kedua memurnikan penghambaan kepada Sang Pencipta, dan yang ketiga menumbuhkan kebaikan kepada sesama.

Tidak heran Allah kerap menyandingkan salat dengan zakat. Salat menautkan kita kepada Yang Disembah, zakat menautkan kita kepada sesama hamba, dan dengan keduanya kebahagiaan di dunia dan akhirat menjadi utuh.

Yakin pada yang belum terlihat

Orang bertakwa juga beriman kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dan kepada kitab-kitab sebelumnya, dan hati mereka mantap meyakini adanya akhirat. Keyakinan pada hari akhir mengubah cara seseorang memandang hidupnya. Ia merasa sedang diuji, dan ujian itu berhak diberi balasan, maka ia bergegas pada amal yang baik. Keyakinan itu menjadi pelita yang menerangi langkahnya, membuatnya berjalan tenang dan percaya menuju hari esok.

Mereka yang beruntung

Surah ini menutup pembukaannya dengan kabar gembira. Merekalah yang berada di atas petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung. Keberuntungan yang sejati lahir dari iman yang kukuh dan amal saleh yang dijaga terus-menerus, lain dari keramaian sesaat yang cepat berlalu.