Lewati ke konten
Durusul Quran

Hidayah Qur'ani untuk membangun manusia dan memakmurkan peradaban

Tentang

Tentang Durusul Quran

Durusul Quran menghadirkan durus — pelajaran yang disarikan dari tiap ayat Al-Qur'an — berdasarkan kitab Kunuz ar-Rahman fi Durus al-Qur'an karya Dr. Muhammad Afifuddin Dimyathi (Gus Awis), dilengkapi ruang bagi pembaca untuk berbagi tadabburnya sendiri.

Kitabnya

كنوز الرحمن في دروس القرآن

هدايات قرآنية وتوجيهات ربانية لبناء الإنسان وإصلاح العمران

"Hidayah Qur'ani dan tuntunan rabbani untuk membangun manusia dan memperbaiki peradaban." Inilah kalimat yang penulis letakkan di dada kitab ini, dan itulah ruh seluruh isinya.

Kitab ini terbit dalam cetakan pertama (1447 H / 2026 M) oleh Dar an-Nibras li an-Nasyr wa at-Tauzi', Kairo, dengan kata pengantar dari Prof. Dr. Muhammad Salim Abu Ashi (Guru Besar Tafsir, Al-Azhar). Jilid pertama mencakup durus dari Surah Al-Fatihah hingga Surah Al-Kahf, dan telah memperoleh tanda tashih dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, Kementerian Agama RI.

Apa itu "durus Al-Qur'an"?

Penulis mendefinisikannya sebagai sari pati dari kandungan ayat — maknanya, faedahnya, arahannya, isyaratnya, hukum, dan maqashid-nya — yang menuntun kepada kebaikan manusia di dunia dan akhirat. Pelajaran itu disusun dalam poin-poin yang jelas dan terukur, yang bisa dijadikan target oleh seorang pembaca untuk diwujudkan dalam kehidupan pribadi dan sosialnya.

Tujuannya satu: menghidupkan hukum dan adab Al-Qur'an dalam kehidupan nyata.

Dari kata pengantar

Prof. Dr. Muhammad Salim Abu Ashi — guru besar tafsir dan ilmu Al-Qur'an di Universitas Al-Azhar, Kairo, dan mantan dekan pascasarjana Al-Azhar — menulis bahwa kitab ini menutup satu celah dalam khazanah tafsir: ia menyuguhkan nilai dan pelajaran Al-Qur'an yang dibutuhkan dunia Islam dan realitas kontemporer, disarikan dengan metode ilmiah yang jelas.

Lima alat metode

Penulis menyimpulkan durus dari ayat melalui lima alat. Sumbernya berurutan: ayat Al-Qur'an lebih dulu, lalu Sunnah Nabi, kemudian tadabbur para ulama salaf dan khalaf.

  1. 01

    الاستدلال من الألفاظ

    Istidlal dari lafaz

    Menyimpulkan petunjuk dari pilihan kata, susunan (nazm), dan gaya bahasa ayat — menyingkap hukum dan rahasia yang terkandung di dalamnya.

  2. 02

    أسباب النزول

    Asbabun nuzul

    Menimbang sebab turunnya ayat; mengetahui sebab membantu memahami akibat dan maksud.

  3. 03

    المناسبة

    Munasabah

    Memperhatikan keserasian antara lafaz, kata, dan maknanya dalam satu kesatuan.

  4. 04

    السياق

    Siyaq (konteks)

    Memperhatikan konteks sebelum dan sesudah; kata menghidup dari konteksnya, dan konteks menentukan maksud.

  5. 05

    استخلاص المقاصد

    Istikhlas maqashid

    Menyimpulkan tujuan-tujuan ayat — termasuk untuk persoalan kontemporer yang kita hadapi hari ini.

Bagaimana situs ini bekerja

Durus dari kitab

Pelajaran inti diambil dari kitab Kunuz ar-Rahman, tersusun mengikuti urutan surah dan ayat. Ini konten tetap yang dikurasi.

Tulisan pembaca

Siapa pun boleh mengirim tadabbur. Setiap kiriman ditinjau admin lebih dulu; yang tayang hanyalah yang sudah disetujui.

Niat

Situs ini untuk tadabbur dan manfaat, bukan komersial. Semoga menjadi amal jariyah bagi penulis kitab dan semua yang terlibat.

Kirim tulisanmu